Goodbye

Gambar

Tittle : Goodbye

Author : Hiozzin

Length : Vignette

Genre : Physco , romance?

Cast :  Tiffany, another cast? Find it by yourself~

HAPPY READING!

bayangannya selalu menghantui ku tiap malam. Mimpi indahku berubah hancur karenanya. Dan akhirnya dia menampakkan dirinya..

***

“AAA!” gadis bermarga hwang itu-Tiffany, terbangun dari mimpinya-lagi. Mukanya nampak frustasi. Masih terbayang wajah menyeramkan pria itu yang baru saja sukses membangunkannya dari tidurnya itu.

“Hhh, apa yang di-inginkan pria itu, huh? Selalu menganggu tidurku tiap malam! Cih.” Kata gadis itu, berbicara pada dirinya sendiri.

Ia bangkit dari kasurnya, lalu berjalan keluar kamarnya yang kecil. Ia memang tinggal di apartment elite itu sendirian. Kedua orangtuanya tinggal di Amerika. Ia sendiri pindah ke Korea untuk melanjutkan studynya.

Ia melangkahkan kakinya perlahan menuju dapur, bertingkah seakan-akan takut langkah kakinya dapat didengar oleh seseorang, padahal ia hanya tinggal sendiri di apartmentnya itu, kecuali mungkin memang dia masih tinggal disini.

Sesampai didapur, ia membuang nafasnya lega sembari mengambil gelasnya lalu berjalan kedispenser. Tiba-tiba saja ia merasakan ada seseorang di pojok dapur. Tanpa sengaja ia melepaskan gelasnya dan membuat gelas itu terjatuh di lantai hingga pecah.

PRANG!

Ia menutup mata dan telinganya dan berteriak ketakutan.

“TIDAK! JANGAN MENDEKAT! JANGAN GANGGU AKU! TOLONG PERGILAH DENGAN TENANG!”

Walaupun ia sudah menutup telinganya, tetap saja suara bisikan dingin itu masih terdengar di alat pendengarannya.

Kau akan merasakan penderitaanku. Kita akan pergi bersama, dengan tenang..”

Terbayang dikepalanya wajah orang itu sedang menyeringai licik, membuatnya terkulai lemas dilantai dan melupakan pecahan-pecahan gelas yang ia pecahkan tadi.

***

Paginya, Tiffany terbangun dari tidurnya. Ia meringis kecil karena luka-luka yang tertinggal karena pecahan-pecahan gelas itu.

“Ah, anggap saja kejadian kemarin malam itu hanya mimpi. Sebaiknya aku segera membersihkan luka-luka kecil ini lalu mandi dan berangkat ke kampus.” Ia berbicara pada dirinya sendiri-lagi.

Ia segera bangkit dari tempatnya berbaring, membersihkan pecahan-pecahan gelas, lalu lukanya. Lalu ia melakukan aktifitas rutinnya seperti biasa.

***

Sore hari sepulang dari kampus, ia menyempatkan diri untuk ke cafe ice cream dua puluh empat jam favoritnya.

Saat ia duduk disana-dimeja favoritnya, matanya bertemu dengan seorang pria yang juga sedang menatapnya. Rambutnhya pirang, mata dan pipinya bulat, menambah kesan imut diwajahnya.

Pria itu menghampiri Tiffany, membuat gadis itu salah tingkah, cinta pada pandangan pertama, mungkin?

“Hai nona manis. Bolehkah saya duduk disini? Saya tidak ada teman bicara disana!” Kata pria itu sambil tersenyum, membuat jantung Tiffany berdetak tak karuan.

“Ah, uh, ne silahkan~”

“Luhan imnida” Lelaki itu-Luhan,memperkenalkan dirinya.

“Tiffany imnida”

Dari pertemuan itu mereka berkenalan, bertukar nomor handphone dan alamat rumah. Dan dari situ juga tumbuh benih-benih cinta diantara mereka.

***

Drrtt drrt

Handphone gadis itu menari-nari diatas meja kecil tepat disebelah kasurnya, menimbulkan suara berisik yang membuat pemiliknya terbangun dari tidur nyenyaknya.

Luhan is calling ..

Sekarang gadis itu benar-benar terbangun. Ia menekan tombol hijau yang ada di sebelah kiri pada handphonenya.

Yeoboseo?”

“Tiffany                ~ maaf mengganggu tidurmu. Maukah kau datang ke Cafe ice cream yang biasa kita kunjung bersama sekarang? Aku akan menunggumu di tempat favoritmu~” Ucap sang penelefon-Luhan.

Ne~ tunggu aku! Annyeong Luhan-ah~”

Tut.. tut..

***

Sesampai dicafe itu, ia menemukan sosok  Luhan duduk dimeja tempat ia dan Luhan biasa makan eskrim.

“Luhan! Waeyo?” Tanya tiffany.

“Duduklah dulu, Fany-ah~ Bersantailah, tak usah terburu-buru seperti itu. Kau masih mengantuk ya?” Ujarnya seraya tertawa melihat gadis didepannya itu nampak masih mengantuk.

“Yak! Sudah bagus aku mau datang kemari tengah malam begini!” Ujar gadis itu sambil memanyunkan mulutnya, membuat tawa Luhan meledak.

“Ah, baiklah, sebenarnya aku mengajak kau datang kesini untuk menyatakan sesuatu!”

“Apa? Cepat waktuku tidak banyak, jelek!”

“Hmm.. Jadi begini.. aku hanya ingin mengatakan..Jeongmal Saranghae!”

Bagi Tiffany, waktu seakan-akan berjalan lambat, ia masih berusaha mencerna apa yang baru saja lelaki yang ia cintai itu katakan. Benarkah? Apakah ia tidak salah dengar? Apa ini hanya mimpi? Ia mencoba mencubit pipinya. Luhan malah tertawa terbahak melihat tingkahnya.

“hey! Ini bukan mimpi!” Ujar Luhan mencoba menyadarkan Tiffany.

Tiffany merasa ada kembang api yang meletup-letup didalam perutnya. Ia sadar itu nyata. Apa yang baru saja Luhan katakan itu bukan mimpi.

Nado saranghae, Xi Luhan!” Jawab Tiffany.

Would you be nae yeoja chingu, Fany-ah?”

Ne~” Jawab gadis yang sedang berbahagia itu.

Luhan  berdiri, lalu mengecup lembut kening Tiffany.

Ini hanya sebuah awal, Tiffany hwang.”  Pria dibalik jendela yang mengenakan jubah hitam itu, menyeringai lebar melihat kejadian yang barusan ia saksikan.

***

3 bulan kemudian..

Hubungan Tiffany dan Luhan tidaklah harmonis lagi. Mereka jarang sekali saling tanya kabar. Hingga tiba hari itu.

Luhan mengajak Tiffany bertemu ditaman dekat apartment gadis itu. Tentu Tiffany merasa sangat senang, setelah beberapa hari tidak bertemu dengan Luhan, akhirnya ia bisa bertatap muka lagi dengan lelaki yang ia cintai itu.

Chagia                ~ Apa kabar?” sapa gadis itu gembira.

“Duduklah, aku tidak bisa berlama-lama disini.” Ujar Luhan dingin, mengabaikan pertanyaan dari Tiffany.

“Wa..Waeyo?” Tanya Tiffany khawatir.

“Kurasa.. kita harus mengakhiri hubungan kita, Fany. Terimakasih untuk semuanya” Jawab Luhan tanpa memandang Tiffany, membuat gadis itu tidak dapat menahan lagi air matanya.

“Ba..baiklah han.. Gomawoyo..

Hening. Tidak ada yang berani mengeluarkan sepatah katapun.  Tiba-tiba ringtone handphone Luhan memecahkan keheningan itu. Luhan mengeluarkan Handphone dari kantongnya, dan terbentuk sebuah senyum saat ia melihat screen handphonenya.

“Angkatlah.” Ujar Tiffany menahan tangisnya.

Luhan mengangguk lalu mengangkatnya. Entah sengaja atau apa, ia sengaja mengencangkan volume suaranya.

Yoboseo? Chagia! Tunggu aku didepan bioskop oke? Jangan kemana-mana! Sebentar lagi aku berangkat. Jaga dirimu baik-baik~” Luhan menekan tombol merah dihandphonenya. Tiffany menatpanya tidak percaya.

Mianhae..” Hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Luhan, lalu ia beranjak pergi, meninggalkan Tiffany yang tangisnya sudah meledak membuat orang-orang ditaman itu menatapnya dengan tatapan aneh.

***

“Kenapa hidup ini tidak adil!” Tangis gadis itu-Tiffany. Ia masih berpikir, apa yang kurang dari dirinya, sehingga Luhan lebih memilih gadis yang tadi ia telfon?

“Hhh, kau masih tidak sadar kalau dulu kau pernah berbuat hal yang sama padaku?” Desis pria berjubah hitam itu yang sedang berdiri di pojok kamar gadis bermarga Hwang itu.

Flashback

Hanya ada hening diantara mereka, wanita yang memanggil pria itu untuk ke atap sekolah masih belum mau membuka mulutnya. Akhirnya pria itu membuka percakapan.

“Apa maumu, chagi?” Tanya pria itu lembut.

“Kris.. Aku mau kita putus. Aku sudah tidak nyaman bersamamu, mianhae.”

“Ah.. ne gwenchana, bila itu sudah menjadi keputusanmu.”

Handphone gadis itu-Tiffany bernyanyi, memecahkan kesunyian yang mencekam. Tiffany segera mengangkat telefon itu.

“Yoboseo? Ah ne. Tunggu aku dimobil, donghae oppa~ aku akan segera turun. Ne, nado saranghae.”

Tiffany lalu memasukkan handphonenya ke tas ransel berwarna merah tua itu, lalu berlari turun tanpa berpamitan pada mantan kekasihnya itu, layaknya dia-kris hanya sebuah angin lalu.

Kris hanya dapat tersenyum sinis. Beginikah sifat asli seorang Tiffany hwang?

Flashback end

Ini belum apa-apa, nona hwang. Ingat, masih ada satu lagi yang kau perbuat kepadaku.” Ujar pria berjubah hitam itu-yang ternyata kris dengan senyum liciknya.

***

Seminggu kemudian, Tiffany kembali mengeluarkan senyumnya. Ya, hari ini Luhan mengajaknya kepantai, sempat Tiffany menolaknya, karena tempat itu adalah tempat dimana ia melakukan hal yang sangat gila.

Tetapi Luhan memaksanya. Demi Luhan ia mau ikut ke pantai itu. Ia bersumpah ini adalah kali terakhirnya ia pergi ke pantai itu.

Sesampainya dipantai, tempat itu masih sepi seperti beberapa tahun yang lalu. Tidak ada siapa-siapa kecuali pria yang tengah berbaring di atas pasir-Luhan.

Tiffany berlari kearahnya.

“Luhan~ wae?”

Luhan tersenyum. “Ayo, berbaringlah disebelahku~”

Tiffany hanya menurut. Dikepalanya terbayang kejadian itu.

Flashback

“Kris~ aku masih mencintaimu.”

“Jinjja? Jeongmal?”

“Ne, jeongmal saranghae. Sangat sulit untuk mencari pria sepertimu.”

“Nado jeongmal saranghae, Fany-ah~”

“Bolehkah aku memelukmu sekarang? Aku sangat merindukanmu!”

Kris mengangguk dan langsung memeluk tiffany.

Jleb..

Benda itu menembus perut lelaki itu dengan sukses. Tiffany tersenyum licik, membuat lelaki itu sedikit ketakutan.

“A..apa yang kau lakukan..”

“hah? Seharusnya aku yang bertanya seperti itu!kau membuat popularitasku hancur disekolah! Semua orang berkata aku gadis murahan karena setekah memutuskan denganmu, aku langsung berpacaran lagi dengan donghae oppa! Donghae oppa memutuskan hubugan kami setelah mendengar gossip itu! Gossip itu pasti kau yang buat kan karena cemburu?!” Jawab tiffany setengah berteriak.

“Tidak. Kau memang yeoja murahan. Faktanya memang begitu.”

“Sekarang, pergilah kau dengan tenang. Karena tidak ada yang bisa menganggumu disini. Pantai ini masih sangat terpencil, Kris sayang.”  Kata tiffany dengan suara dilembut-lembutkan . ia mencabut pisau dari perut kris, dan menancapkannya tepat di jantungkris.

“Lihat saja..nanti..tiff..tiffany hwang..”

Sejak kepergian kris, tidak ada lagi kabar tentang pria itu. Tiffany berbohong ke guru sekolahnya bahwa kris pindah sekolah ke luar negri. Karena memang orang tua kris sudah tidak ada di dunia dan Tiffany dikenal akrab dengan kris, maka guru itu percaya.

Flashback end

“Fany, aku masih mencintaimu, Jeongmal saranghae.” Kata Luhan sambil menyeringai licik, membuat tiffany sedikit ketakutan.

“Mm, Luhan..?”

“Apa, sayang?” Kata Luhan sambil berdiri, membuat Tiffany ikut berdiri dan melangkah mundur.

“Kau mau kemana, cantik?” Lama-kelamaan wajah Luhan nampak menyerupai wajah kris. Tiffany mempercepat langkahnya. Kris mengeluarkan benda tajam itu dan melemparnya, dan benda tajam itu sukses menancap pada kaki kanan Tiffany, membuatnya berhenti bergerak.

Gadis itu berteriak. Darah segar mulai keluar dari kaki mulus Tiffany, membuat senyuman licik kris semakin lebar.

“Mau lari kemana kau, nona hwang?” ingat dulu apa yang kau katakan? Disini tidak ada yang bisa menemukan kita. Disini kau akan mati dengan tenang. Tidak akan ada yang dapat mengganggumu. Dan yangh lmemudahkanku untuk membunuhmu adalah, keluargamu jauh dari Korea. Tidak ada yang ada peduli padamu di Korea. Tidak seorangpun.” Seringaian itu masih belum lepas dari wajah tampan kris.

Tiffany sudah tidak kuat berlari, Kris mencabut pisaunya dari kaki Tiffany, membuat Tiffany berteriak untuk yang kedua kalinya.

“Bagaimana bisa kau..”

“tidak perlu bertanya. Aku hanya arwah yang tidak bisa mati dengan tenang karena dibunuh oleh mantan kekasihnya sendiri tanpa alasan yang jelas. Aku hanya meminjam wujud seseorang  yang sudah mati, ya, itu Luhan. Luhan sudah tidak ada didunia ini, nona. Kau mau menyusul Luhanmu, bukan?”

Goodbye, Fany” Kris langsung menancapkan pisaunya kesumber kehidupan gadis itu- Jantungnya. Kini tubuh gadis itu sudah penuh dengan darah. Ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Jiwanya sudah pergi dari tubuh yang rusak itu.

Sedikit demi sedikit jiwa kris mulai menghilang tertiup angin.

“Kita akan bertemu dineraka nanti, Fany..”

Dan akhirnya dia lenyap, menghilang.

Fin

Gimanagimana?:3 seddang berusaha membuat FF physco dan malah jadinya ancur begini hihh._.  kunjungi blog ku juga okee http://hanminchan.wordpress.com/

Commentnya oke? Dont be a siders ;3

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s